Laman

Fitri Astuti Perbandingan Agama 3

Fitri Astuti Perbandingan Agama 3
Blog ini dibuat sebagai bahan pembelajaran saya pada Mata Kuliah Hinduisme

Rabu, 12 Desember 2012

Kumpulan Makalah


SUMBER-SUMBER POKOK KITAB SUCI HINDU     
Kitab Itihasa,  Purana, Agama, Tantara, darsana dan kitab Upanisad
ANTO SURYANTO
(1111032100040)

I.        PENDAHULUAN

Sebagaimana di jelaskan bahwa sumber pokok ajaran hindu ada dalam weda yang merupakan kitab utama,Weda adalah kitab suci yang mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia. Berdasarkan materi, isi dan luas lingkupnya, maka jenis buku weda itu banyak. maha Rsi Manu membagi jenis isi Weda itu ke dalam dua kelompok besar yaitu Weda Sruti dan Weda Smerti. Pembagian ini juga dipergunakan untuk menamakan semua jenis buku yang dikelompokkan sebagai kitab Weda, baik yang telah berkembang dan tumbuh menurut tafsir sebagaimana yang akan di jelaskan di makalah ini.

II.      Kitab Itihasa dan Purana

1.  Kitab Itihasa

Kitab Itihasa termasuk kelompok Upaweda. Kata Itihasa, berasal dari  iti-ha-asa, artinya sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya. Nama Itihasa pada mulanya diberikan oleh penulis kitab Mahabharata, pada bagian Adi Parwa, yaitu Bhagawan Byasa. Itihasa adalah kitab epos atau wiracarita, yang menceritrakan sejarah perkembangan raja-raja dan kerajaan Hindu di masa lampau. Itihasa merupakan karya sastra yang bersifat spiritual, di mana ceritranya penuh fantasi, romantis,kewiraan dan mythologi.
Kitab Itihasa terdiri dari Ramayana dan Mahabharata Kitab Ramayana digubah oleh Maharesi Walmiki. Kitab ramayana ini terdiri dari atas 48.000 baitnpenyusunya mungkin pada abad ke 5 SM[1].

Kitab Ramayana merupakan salah satu Itihāsa yang terkenal. Kitab Ramayana terdiri dari 24.000 sloka dan memiliki tujuh bagian yang disebut Sapta Kanda. Setiap Kanda merupakan buku tersendiri namun saling berhubungan dan melengkapi dengan Kanda yang lain. Kitab Ramayana disusun oleh Rsi Walmiki.





Daftar kitab Ramayana:

a.    Balakanda
b.    Ayodhyakanda
c.    Aranyakanda
d.    Kiskindhakanda
e.    Sundarakanda
f.    Yuddhakanda
g.    Uttarakanda









Disamping Ramayana, lainnya adalah Mahabharata. Kitab ini disusun oleh Maharesi Wyasa. Isinya adalah kisah peperangan antara Pandhawa dengan Korawa dan kemenangan ada dipihak Pandhawa. Njadi himpunan tertulis di dalam bentuk yang ada sekarang ini ialah sekitar abad ke 2 SM satu hal yang menonjol adalha pembagian masyarakat menjadi 4 kasta . Bersifat hirarkis vertikal yaitu brahmana, waisya, dan sudra, Kitab Mahabharata terdiri dari 18 Parwa disebut Astadasa Parwa.

Daftar Kitab Mahabarata:

1.     AdiparwaSabhaparwa
2.    Wanaparwa
3.    Wirataparwa
4.    Udyogaparwa
5.    Bhismaparwa
6.    Dronaparwa
7.    Karnaparwa
8.    Salyaparwa


9.    Sauptikaparwa
10. Striparw
11.  Santipa
12. Anusasanapar
13. Aswamedikaparwa
14. Asramawasikaparw
15. Mosalaparwa
16. Prasthanikaparwa
17. Swargarohanaparwa













2.  Kitab Puran

Purana adalah bagian dari kesusastraan Hindu yang memuat mitologi, legenda, dan kisah-kisah zaman dulu. Kata Purana berarti sejarah kuno atau cerita kuno. Penulisan kitab-kitab Purana diperkirakan dimulai sekitar tahun 500 SM. Terdapat delapan belas kitab Purana yang disebut Mahapurana.


Adapun kedelapan belas kitab tersebut yakni:

1.      Matsyapurana
2.    Wisnupurana
3.    Bhagawatapurana
4.    Warahapurana
5.    Wamanapurana
6.    Markandeyapurana
7.    Bayupurana
8.    Agnipurana
9.    Naradapurana
10. Garudapurana
11.  Linggapurana
12. Padmapurana
13. Skandapurana
14. Bhawisyapurana
15. Brahmapurana
16. Brahmandapurana
17. Brahmawaiwartapurana
18. Kurmapurana











Kitab purana  berisi tentang mitologi dan dongeng dongeng kuno yang hidup di kalangan kesatria, sedangkan naskah purana  berisi tentang silsilah para dewa. Cerita ini disampaikan oleh para sutra(juru bicara) pada waktu upacara korban di selenggarakan di kerajaan, ternyata para brahmana telah mampu memasukan pengaruh dan pahamnya melalui cerita-cerita ini yang sudah di bakukan. Di antara isinya yang terpenting adalah sarga, ajaran penciptaan alam pada tahap mula, dan pratisarga, yaitu tentang terciptanya alam pada tahap yang kedua[2].



Pada umumnya Purana memuat lima (5) hal yang menjadi corak khusus, yang disebut Pancalaksana,yaitu:
a.    Sarga, yaitu penciptaan alam semesta.
b.    Pratisarga, yaitu penciptaan kembali dunia, setiap kali dunia yang ada itu lenyap. Berlangsungnya dunia ini hanyalah satu hari Brahma.
c.    Wamsa, yaitu asal usul para dewa dan para Resi.
d.    Manwantarani, yaitu pembagian waktu satu hari Brahma dalam 14 masa. Dalam tiap-tiap masa itu diciptakanlah manusia baru sebagai turunan Manu, manusia pertama.
e.    Wamsanucarita, yaitu  sejarah raja-raja yang memerintah di dunia.


III.    Kitab Agama Tantra dan Darsana

A.  Kitab Agama

Kitab-kitab agama mengajarkan penyembahan Tuhan dalam manifestasi tertentu. Ada tiga macam kitab agama yaitu: Saiwa Agama, Waisnawa Agama, dan Sakta Agama. Saiwa Agama mengantarkan orang pada ajaran Saiwa Sidhanta dan Pratyabhijna. Dalam ajaran Saiwa Agama orang memuja siwa sebagai Tuhan yang tertingggi dalam bermacam-macam wujud. Ajara kekuatan dewan Saiwa Sidhanta amat besar peranannya dalam perkembangan Agama Hindu di Indonesia. Waisnawa Agama, Tuhan di puja sebagai Wisnu dan pada Sakta Agama, Tuhan di puja sebagai Dewi, Ibu Dunia sebagai Sakti

B.  Kitab Tantra

Mengenai tantraada anggapan bahwa naskah atau kitab tersebut diberikan oleh shiwa untuk agama hindu untuk zaman kali-yuga sekaranga ini (satu kalpa terbagi menjadi 1000 mahayuga dan ssetiap mahayuga terdiri dari empat yuga, yaitu krta-yuga, Trta yuga, Dvapara yuga, Kali yuga) penyusuny dilakukan oleh para rhesi. Kitab ini penuh dengan ajaran-ajaran rahasia dan sulit di pahami maksudnya. Pada garis besrnya isi kitab tantra tentang penciptaan dunia, dan dialog antara siwa dengan sakti(istrinya) yaitu parawati yang menempati kedudukan terpenting sebagai inti[3].


Kata Sansekerta dari Tantra artinya "memperluas", Berbeda dengan agama Hindu pada umumnya, sebagian dari Tantra percaya kepada kenikmatan hidup material. Tidak seorangpun mengetahui secara tepat kapan Tantra mulai atau Mahareshi mana yang memulainya. Bukti menunjukkan bahwa Tantrisme ada selama zaman Weda. Bahkan Sankara menyebut keberadaannya dalam bukunya Saundarya Lahari. Ada sekitar seratus delapan buku mengenai Tantra. Tantrisme dan Saktiisme hampir satu dan sama. Dalam Tantrisme, Istadewa yang dipuja adalah Siwa-Sakti, kombinasi dari Siwa dan saktinya Parwati. Tantra adalah satu sistem dari praktek-praktek yang dipergunakan untuk meningkatkan spiritual.

C.  Kitab Darsana

Kata Darsana berasal dari akar kata drś yang bermakna "melihat", menjadi kata darśana yang berarti "penglihatan" atau "pandangan". Dalam ajaran filsafat hindu, Darsana berarti pandangan tentang kebenaran.

Sad Darśana berarti Enam pandangan tentang kebenaran, yang mana merupakan dasar dari Filsafat Hindu.   Kitab kitab yang lain yang khusus mengajarkan filsafat Hindu adalah termasuk kelompok kitab Darsana. Kitab Darsana yang mengakui kekuasaan Weda dan mendasarkan ajarannya pada Upanisad ada enam Darsana disebut Sad Darsana. Keenam Darsana itu yaitu:
Samkhya, Yoga, Waisesika, Nyaya, Mimamsa dan Wedanta.

IV.      Kitab Upanisad

Uphanisad berisikan tentang bahasan yang mistik dan filosofis tentang brahman, dan kejadian alam semesta, diri, jiwa dan atman serta cara memulangkan atman kedalam brahman  Jumlahnya amat banyak, lebih dari 200 judul ada juga yang mengatakan jumlahnya 108 buah dan banyak di antaranya berasal dari jaman yang tidak terlalu tua, dari 108 hanya 16 yang di akui otentik yaitu: katha,isha, kena, prasna, anduka mandukya, taitriya,aitareya, chandogya,bridahardayaka, kaivalaya, svetasvatara arsheya, satapatha, kaushitaki, dan Jaiminiya[4].adapun penyusunanya terjadi di perkirakan antara tahun 600 dan 300 SM[5].

Adapun Kata Upanisad itu diturunkan dari kata Upa dan ni, artinya dekat, di dekatkannya dan sad, artinya duduk. Jadi kata itu artinya duduk dekat artinya duduk di dekat seorang guru untuk menerima daripadanya pandangan atau pengetahuan yang lebih tinggi[6].

Uphanisad juga merupakan kesimpulan dari kitab-kitab Aranyaka,karena itu upanisad disebut Vedanta, Vedanta tidak hanya berarti akhir dari Veda tetapi uga merupakan puncak tertinggi dari dari ajaran Veda. Kitab Upanisad memberikan pemaparan tentang rahasia teringgi terhadap umat manusia.



















V.        KESIMPULAN

Kitab itihasa  artinya sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya. Kitab Itihasa terdiri dari Ramayana dan Mahabharata, sedngkan Purana berarti sejarah kuno atau cerita kuno
Terdapat delapan belas kitab Purana yang disebut Mahapurana

Kitab-kitab agama mengajarkan penyembahan Tuhan dalam manifestasi tertentu. Ada tiga macam kitab agama yaitu: Saiwa Agama, Waisnawa Agama, dan Sakta Agama,  adapun Kata Sansekerta dari Tantra artinya "memperluas" namun Pada garis besrnya isi kitab tantra tentang penciptaan dunia, dan dialog antara siwa dengan sakti, Sad Darsana berarti Enam pandangan tentang kebenaran, yang mana merupakan dasar dari Filsafat Hindu.

Sedangkan Uphanisad itu, artinya duduk di dekat seorang guru untuk menerima daripadanya pandangan atau pengetahuan yang lebih tinggi, yang merupakan penyempurna dari kitab veda adapaun  berisikan tentang bahasan yang mistik dan filosofis tentang brahman, dan kejadian alam semesta, diri, jiwa dll.






















Daftar Pustaka

Ø  A.B Keith, The Religion and Philosophi of Veda and Upanisads.
Ø  A.G Honig Jr. Ilmu Agama.(Jakarta: Gunung Mulia, 2005)
Ø  Ali Mukti.Agama-Agama  di Dunia (Yogyakarta:IAIN Sunan Kalijaga Press,1988)
Ø  Sou’yb ,Joesoef. Agama-Agana Dunia.(Jakarta:PT. Al Husna Zikra1996)
Ø  Umar, Munim.Agama-Agama di Dunia (Yogyakarta:IAIN Sunan Kalijaga Press,1989)
Ø  Arifin, HM,Prof, M.Ed. Menguak Misteri Agama-Agama Besar.(Jakarta: pt golden Terayon Press,1995)


[1]Sou’yb,Joesoef. Agama-AganaDunia.(Jakarta:PT. Al Husna Zikra1996)h.35.
[2]Umar Munim,Drs,H.Agama-Agama di Dunia(Yogyakarta:IAINSunanKalijaga Press,1988). h.58
[3]Ali Mukti.Agama-Agama diDunia(Yogyakarta:IAINSunanKalijaga Press,1988). h.58.
[4]Ibid, h.31-32.
[5]  A.B Keith, The Religion and Philosophi of Veda and Upanisads, h. 489.
[6]A.G Honig Jr. Ilmu Agama.(Jakarta: GunungMulia, 2005).h.110.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar